Sukses itu membutuhkan pengorbanan. Ya, jangan harap dengan bermalas-malasan dan menunggu adanya kesempatan terbuka, kesuksesan akan menghampiri. Tidak ada yang gratis untuk menggapai keberhasilan. Dibutuhkan proses belajar yang tak sebentar dan mungkin membutuhkan biaya tak sedikit. Rina Dewi Lina tahu dengan pasti bagaimana ia mencapai kesuksesan karirnya saat ini. Wanita yang sudah terjun sebagai konsultan keuangan tersebut, menganggap jika proses belajar yang berkesinambungan akan mewujudkan hasil terbaik.

Sejak tahun 1999, Rina memutusan untuk serius di dunia ansuransi. Ia menemukan tantangan tersendiri ketika harus memberi pengarahan pada kliennya mengenai dunia perbankan dan memajukan kesehatan finansial klien. Tugas sebagai konsultan keuangan adalah memberi banyak petunjuk pada calon nasabah mengenai rencana keuangan jangka pendek dan jangka panjangnya. Ada tipe nasabah yang tidak terlalu ingin mengambil rencana investasi beresiko tinggi atau disebut tipe konservatif, ada pula yang bersifat moderat serta tipe-tipe lain yang mempengaruhi jenis investasi apa yang ingin mereka pilih.

Rina Dewi Lina memiliki cita-cita untuk membantu orang lain agar lebih peduli dengan kondisi finansial dan masa depannya melalui profesinya sebagai konsultan keuangan. Jalan yang ditempuh tidaklah mudah. Wanita tekun ini belajar dari buku-buku dan mengikuti ujian kelayakan sebagai perencana keuangan. Pada tahun 2008 ia mendapat sertifikat resmi sebagai perencana keuangan. langkah gemilang berikutnya adalah Rina berhasil menerbitkan buku yang tak jauh dari minatnya yang berjudul “Hemat Bisa Miskin Boros Pasti Kaya” dan “Menjual Ansuransi Jiwa Dengan Benar.” Rina juga menebarkan ilmunya dalam seminar dan workshop keuangan.

Teguh dalam mencintai pekerjaan ialah sebuah kunci agar kesuksesan semakin dekat. Rina Dewi Lina tak pernah menyerah meski jalan yang ditempuh cukuplah panjang dan membutuhkaan biaya. Yang bisa diteladani darinya adalah semangat membagi ilmunya meski kesuksesan berhasil dicapai.