Pernah melihat ibu anda menjual perhiasan emas atau menggadaikannya di Pegadaian demii membiayai biaya pendidikan anda? Atau yang lebih agak beresiko adalah berhutang di perusahaan, koperasi atau paling parah pada rentenir demi membiayai kebutuhan rumah tangga. Ya, ibu adalah sosok yang berjasa dalam pengaturan alur keuangan di tiap pos rumah tangganya dan dengan jalan berhutang kebutuhan mendesak yang membutuhkan biaya besar untuk sementara dapat teratasi.

Rina Dewi Lina, perencana keuangan profesional sekaligus Chief Operating Officer (COO) Fokus Finansial, memberi masukan bagaimana seorang perempuan mengelola hutangnya agar jangan sampai terjebak tanpa bisa membayar dan dimana tempat berhutang yang aman. Sebelum berhutang, pilihlah tempat yang memiliki badan hukum resmi dan juga sudah sesuai dengan regulasi pemerintah misalnya Pegadaian atau bank. Sebisa mungkin menghindari menggunakan kartu kredit kecuali jika dipakai untuk hutang terencana. Jangan sampai anda berhutang pada lintah darat karena selain hal tersebut melanggar hukum, bunga yang dibebankan pada anda juga akan sangat mencekik tiap bulannya.

Rina menambahkan, seorang perempuan juga harus menguasai cara membagi jenis hutang. Bagi penghasilan bulanan anda atau uang yang yang diperoleh dari suami ke dalam pos-pos terpenting dahulu seperti ongkos listrik, sekolah anak, belanja bulanan dan lain-lain. Sebisa mungkin hutang konsumtif tidak lebih dari 15% dari total penghasilan bulanan. Dan jika anda sedang mencicil kredit kepemilikan rumah, atur agar hutang konsumtif plus hutang KPR tersebut tidak melebihi 40% dari total penghasilan.

Anda sudah terlanjur dibelit hutang yang berlebihan? Jangan langsung panik. Yang perlu anda lakukan adalah berhenti menambah hutang yang baru dan mulai melakukan rencana mencicil hutang yang lama. Mulai kurangi hutang konsumtif anda dan mulai beralih pada hutang produktif seperti menambah modal usaha contohnya. Gunakan uang tunai saat berbelanja, minimalkan penggunaan kartu kredit. Dengan perencanaan yang tepat dan strategi yang jitu, anda akan semakin bijak dalam mengelola hutang.