Papa, nama itu fasih kusebutkan setelah kata Mama. Papa, yang saat aku kecil, jarang berada di rumah karena dinas ke luar kota, selalu pulang dengan segudang rindu dan cinta. Papa, sangat mengerti dengan kesukaanku akan mainan robot-robotan, mobil-mobilan dan juga boneka barbie. Ya, sebuah perpaduan kontras dari watakku yang cenderung tomboy.

Dan, petuahmu yang jarang namun berkesan. Sikap teguh dan dukungan yang kau berikan, menumbuhkan ketegasan maskulin dalam diri feminitasku. Papa, selalu tertawa di saat paling sulit dalam keluarga. Papa mewajibkan anak-anaknya mencapai pendidikan tertinggi dan meraih cita-cita.

Selamat Hari Ayah, Papa. You are my best Superdad who I have. Love you.  :)