Kecanduan Ngeblog? Ini Alasannya Kenapa Kita Sulit Berhenti

Saya suka menulis tetapi dahulu sama sekali tidak berpikir untuk menjadi blogger. Di kepala saya, cara mendapatkan perhatian pembaca baik dari segi popularitas atau materi hanya ada dua cara yaitu menerbitkan karya di surat kabar dan juga buku. Lucunya, saya malah rajin mencatat opini atau artikel berupa pendapat tentang lingkungan sekitar di buku harian, bukannya cerpen atau novel. Puisi saya buat pun mengikuti mood, berbeda dengan artikel yang bisa saya buat dengan mudah. Kecanduan ngeblog itu tidak masuk dalam benak.

Akhirnya pada tahun 2013 untuk memindahkan catatan dari buku harian, saya mulai membuat blog. Newreffi.blogspot.com menjadi nama domain pertama dari blog Kata Reffi. Saya tidak lagi menulis di buku harian, semua catatan opini, cerpen dan juga puisi saya unggah di blog. Nyatanya keisengan itu malah membuat saya kecanduan ngeblog.

Nah dalam tulisan kali ini, akan saya jelaskan mengapa saya dan bisa jadi Anda kenapa bisa sampai kecanduan ngeblog.

Menunjukkan Otentitas

Siapa yang tidak ingin dinilai sebagai orang yang otentik. Manusia memiliki kecenderungan ingin menjadi pemenang, meski dalam kadar 1% sekalipun. Nah lewat blog, kita bisa menjadikan diri otentik dan bangga. Semakin lama ngeblog dan makin banyak pembaca yang mampir di tulisan saya sampai memberikan komentar yang mendukung tulisan, saya merasa berhasil menginspirasi. Kritik yang masuk pun bisa menjadi bahan masukan dan senangnya ini berarti berhasil menyentil pembaca yang mengrkitik.

Menunjukkan Otentitas
source: www.ivankatrump.com

Ketika ada teman yang bertemu saya dan menyebut saya sebagai blogger sampai hapal nama blog seolah sudah menjadi identitas, hati saya senang. Tulisan itu bukan hasil plagiat yang berarti otentik milik saya. Inilah cara saya sebagai seorang blogger menunjukkan otentitas dan orsinalitas karya.

Kenyamanan dalam Mengeksplorasi Ide

Saya adalah tipe orang yang hobi berpikir dan mengkritisi banyak hal. Karena tidak mungkin saya mengajak orang lain untuk terus membicarakan ide saya, maka cara nyaman adalah menulis di blog. Saya suka jika ide dan pendapat itu dibaca orang lain. Saya tidak perlu bicara berbusa-busa di depan banyak orang. Kenyamanan lainnya adalah saya bisa menyentuh banyak pembaca tanpa takut batasan wilayah.

Kenyamanan dalam Mengeksplorasi Ide
Source: @youxventures (Unsplash)

Ketidakpastian yang Menyenangkan

Aneh ya, namanya tidak pasti seringkali membuat cemas dan tidak senang. Apa hubungannya ketidakpastian dengan kecanduan ngeblog? Dalam satu tulisan kadang ada yang mendapat respons dengan banyak komentar dan tidak jarang juga yang tidak mendapat komentar sama sekali. Di sisi lain adalah blog bisa mendapat apresiasi tidak terduga. Saya tidak menggunakan Adsense, pernah mendaftar tetapi gagal. Makanya, saya putuskan untuk lebih fokus pada konten. Saya berusaha sebaik mungkin untuk menulis apa yang saya minati.

Ketidakpastian yang Menyenangkan
Happy Meski Nggak Pasti :D
          Source: Mikayla Mallek (Unsplash)

Tidak terduga banyak sekali brand yang mengirimkan email untuk menawarkan job. Saya menulis di blog sendiri dan dibayar, bukankah ini menyenangkan? Memang tidak setiap bulan saya mendapat job, tetapi pada dasarnya blog tidak saya jadikan sebagai sarana mata pencaharian utama. Saya suka ketidakpastian menarik ini. Siapa sangka, dari blog saya juga bisa menjadi seorang writing trainer lalu kumpulan artikel akhirnya bisa terbit menjadi buku yang menginspirasi pembaca. Saya memang belum menjadi blogger sesukses Raditya Dika, tetapi saya mendapatkan banyak hal asyik dari blog.

Koneksi dengan Pembaca

Sempat saya singgung di atas jika adanya komentar dari pembaca juga menambah semangat untuk terus ngeblog. Koneksi ini ternyata tidak hanya dibangun antara saya dan pembaca yang komentar langsung di kolom artikel, namun bagi mereka yang sudah mengirim email untuk bertanya secara pribadi pun juga sebuah hal menarik. Pengalaman saya lulus ujian bahasa Jepang contohnya, ternyata membantu beberapa pembaca untuk bersemangat kembali belajar meski sempat gagal lulus. Bahkan dari mereka yang bersifat silent reader juga menambah kontribusi pageview di blog, hehehe. Ada salah satu pembaca yang mendiskusikan salah satu artikel dengan seorang teman yang kenal dekat dengan saya. Ajaib ya?

Koneksi dengan Pembaca
Koneksi hanya setipis layar
           Source: @samuelzeller (Unsplash)

Pertumbuhan

Bersama blog Kata Reffi saya mengalami pertumbuhan emosi dan pengalaman menulis tentunya. Dari blog yang isinya fiksi dan opini random, kini fokus pada nonfiksi saja. Saya juga geli ketika membaca betapa kacau dan sedihnya ketika putus cinta  saat membaca tulisan lama. I’m growing and learning a lot through year by year.


Itulah alasan apa saja yang membuat saya kecanduan ngeblog. Apakah Anda punya pengalaman serupa atau mungkin ada hal seru lainnya? Let’s write and don’t stop blogging!