Personal Branding Unik dari Review Rumah Horor


personal-branding-unik




Sebagai seorang penulis yang juga memiliki minat di bidang lain, personal branding sesuai dengan intuisi dan gaya yang saya sukai tentu menjadi kunci. Akhirnya, saya menemukan sebuah akun Instagram yang mempunyai personal branding unik dari review rumah horor. Dia adalah Mbak Yuli yang memiliki akun Yuli Wonder Property. Kamu bisa mencari akunnya di @yuliproperty3.

Tentunya, tulisan yang saya buat ini tidak hanya membahas soal review, tapi kita akan belajar apa saja, sih yang bisa kita aplikasikan untuk branding kita sendiri terutama yang ingin dikenal secara autentik?

Personal Branding Harus Dari Diri yang Nyata

Awal tahun 2025 ini muncul berita tentang seorang kreator yang sering viral membicarakan soal kebebasan finansial sekaligus juga bitcoin. Apes, ia dilaporkan ke polisi oleh salah seorang pengikutnya karena dianggap tidak memberikan bukti edukasi yang sesuai meski si pelapor ini sudah mengeluarkan biaya puluhan juta. 

Sebenarnya, apakah salah kalau seorang kreator itu menjual kelas atau produk digital dari wawasannya? Banyak komentar yang bernada negatif kepada seseorang yang menjual kelas. Kesalahan kreator yang membangun persona hingga terjadi blunder itu biasanya seperti di bawah ini.

Membangun Citra Bukan dari Potongan Diri Sesungguhnya

"Kak Reffi, apa saya harus terus berusaha menjadi sempurna agar disukai audiens dan personal branding naik?" Pertanyaan ini tidak hanya sekali saya terima ketika sedang mengampu kelas menulis.

Saya dikenal sebagai penulis buku, blogger, Japanese Interpreter, dan juga pembicara publik di bidang literasi. Storytelling mengalir di darah saya dengan medium berbeda sesuai minat. Setelah lumayan berhasil monetisasi dan punya klien dari buku, ngeblog, menerjemahkan di kantor, hingga sering diundang di sekolah atau komunitas, saya membagikan ceritanya di medsos.

Potongan cerita itu benar-benar terjadi di hidup saya baik dalam bentuk suka duka. Saya belum menjadi penulis yang menang pernghargaan internasional, baru kompetisi lokal saja, maka mustahil kalau saya membuat kelas 'Cara Menulis Cerita Seperti JK Rowling' misalnya. 

Untuk membangun kedekatan dengan audiens, kita tentu perlu menceritakan apa yang pernah gagal kita capai dan bagaimana cara bertahan. Kisah di balik kesuksesan pun sangat disukai. Yang haram untuk diceritakan adalah pengalaman yang belum pernah kamu lakukan, klaim keberhasilan tertentu, kisah pribadimu yang tidak ada hubungannya dengan tujuan branding. 

Kalau masih proses belajar, maka branding proses belajarmu ini bisa kamu bagikan ke audiens. Dokumetasikan apa saja yang sudah kamu pelajari. Kamu pun tidak terjebak untuk berpura-pura sebagai seorang expert. Branding tidak sama dengan flexing. Tonton video saya di bawah ini.




Jangan Malu Menjadi Diri Sendiri

Sebelum kita membahas lebih lanjut, ingat, menjadi diri sendiri bukan berarti kamu menyebarkan aib yang sudah ditutupi oleh Tuhan. Kalau kamu masih sering gagal meski sudah berusaha untuk mencapai impian, maka ini bukanlah aib. Ini adalah proses. Jadi, kamu harus tahu bedanya, ya.


Ketika kamu sedang ingin menjadi penulis, tetapi belum pernah menerbitkan buku, kamu bisa menulis cerita fiksi di Wattpad lalu bagikan di medsos. Kamu berkeinginan untuk mendapatkan uang dari menulis artikel, tapi belum punya portofolio? Buat blog dan isi. Mungkin kamu ingin menjadi seorang pembicara bahasa Inggris, tapi medok? Jangan malu, rekamlah video singkat di Instagram atau TikTok.

Pasti akan ada komentar-komentar yang meremehkan ketika audiens berhati gelap tidak suka dengan seseorang yang terlihat sedang berusaha mencapai impian. Dengarkan kritik yang konstruktif, abaikan yang julid. 


Branding Ala Mbak Yuli Wonder Property

Banyak sekali kreator unik dan keren di Instagram. Saya lebih sering bergerilya di Instagram, Youtube, dan Threads karena memang kurang cocok di TikTok. Dari bagian Explore, saya tidak sengaja menemukan konten Mbak Yuli yang membahas sebuah rumah terbengkalai untuk dijual bersama tanahnya. 

Lihat saja Headline di Reelsnya yang ini. Lucu banget "Rumah ada apanya" soalnya ini tidak ada yang bisa ditonjolkan Atapnya saja sudah banyak yang roboh dan Mbak Yuli sampai harus pakai helm.



 Apa saja yang bisa kita pelajari dari konten Mbak Yuli?


Berani Menjadi Diri yang Autentik

Sesuai dengan salah satu metode personal branding yang bisa kamu baca di blog Wordholic Class, Mbak Yuli membangun personal branding dengan berani menjadi pribadi autentik. Mampir saja di sini.

cara personal branding


Mbak Yuli menggunakan bahasa Jawa Suroboyoan yang sangat khas. Ia tidak berusaha menggunakan gaya bahasa Indonesia ala orang Jakarta. Cara bicaranya pun ceplas-ceplos dengan jujur yang sangat khas. 

Misalnya, kamu ingin dikenal sebagai penulis, kamu mau diingat sebagai penulis yang bagaimana? Inilah hal yang harus kamu pikirkan, tidak hanya soal konten dan estetikanya. Saya membangun citra sebagai penulis yang punya label Wordholic dan pecinta neurosains sehingga saya juga kadang berbicara soal pembelajaran bahasa asing atau menceritakan tips menulis dengan neurosains sederhana.

Mbak Yuli malah berani mereview tanah dengan rumah kosong yang mirip rumah hantu sampai review makam sebagai 'rumah masa depan' 😆 Humornya pun khas orang Surabaya. Misalnya, diajak main ludruk pun pasti asyik, hehe. 

Target Audiens Spesifik

Dari gaya bahasa Mbak Yuli, terlihat sekali kalau pasarnya adalah orang-orang sekitar Surabaya atau Jawa Timur lainnya. Makanya, Mbak Yuli tidak repot-repot menambah subtitle Indonesia di caption atau videonya.

Sebagian besar video Mbak Yuli pun disampaikan dengan gaya monolog bukannya wawancara. Selain review berbagai jenis rumah dari yang mahal sampai macam setting film horor, ia juga membagikan bukti rumah yang berhasil ia jual. (Baca Juga: Tips Personal Branding Content Writer)

Personal branding yang baik menyasar target audiens spesifik, bukannya untuk semua orang. Kalau saya sendiri memiliki target audiens para penulis yang punya banyak passion dan ingin membangun karier menulisnya dengan hati bahagia tanpa burnout. Makanya, konten dan kelas menulis saya pun pasti terselip prinsio neurosains serta psikologi perilaku.


Mengulas sedikit gaya personal branding punya Mbak Yuli Wonder Property ini membuat saya belajar lebih dalam. Kita tetap bisa menjadi diri sendiri dengan membagikan konten yang bagus. Personal branding unik dari review rumah horor saja bisa menjadi ciri khas, bagaimana denganmu? Apa yang ingin kamu tonjolkan dari pengalamanmu? Yuk, bagikan di kolom komentar.



Tidak ada komentar