.comment-content a {display: none;}

Saturday, 3 August 2013

Membedah Kenyataan Melalui Novel "Tango" karya Goo Hye Sun

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 09:42
Response 
Judul Buku      : Tango
Pengarang        : Goo Hye Sun
Penerjemah      : Dwita Rizki Nientyas
Penerbit            : PT.Ufuk Publishing House
Tahun               : 2012, Cetakan ke-1 Juli 2012
Jumlah halaman : 307 halaman



Novel yang ditulis oleh Goo Hye Sun, seorang aktris dan seniman multitalenta yang namanya melejit lewat perannya sebagai Geum Jan Di di serial drama Korea “Boys Before Flowers” ini menyajikan kisah cinta dan liku-liku kehidupan tokoh Yun dibalut dengan gaya bahasa yang ringan namun filosofis.
Goo Hye Sun adalah seorang aktris yang juga mampu menghasilkan lukisan indah, menciptakan lagu dan bermain musik hingga menjadi sutradara film pendek. Novel Tango pertama kali diterbitkan di Korea pada 1 April 2009 dan langsung menjadi karya laris dengan angka penjualan di atas 30.000 eksemplar dalam seminggu. Karya lukisannya juga telah dipamerkan di Galeri La Mer Insadong, Seoul pada bulan Juli 2009.
Novel ini menceritakan mengenai tokoh wanita bernama Yun yang memiliki sifat perfeksionis dan serba teratur dalam kehidupannya. Yun menjalin kasih dengan Jung Woon namun akhirnya kandas karena perbedaan yang besar di antara keduanya. Berikutnya, Yun terjebak cinta segitiga di antara dua pria yaitu Min Young dan Si Hoo, yang ikut berperan dalam perkembangan karakter Yun dalam menghadapi permasalahannya.
Kelebihan novel Tango adalah dari alur yang berjalan maju dan dinamis. Perkembangan karakter Yun digambarkan secara natural dan mampu mengaduk emosi pembaca. Sudut pandang ‘aku’ membuat pembaca seolah mampu mendalami perasaan dan emosi tokoh Yun. Gaya bahasa yang filosofis adalah salah satu keistimewaan novel ini, seperti bagaimana pengarang menggambarkan perbedaan antara Yun dan Jung Woon dengan ketidak sukaan Yun pada hobi Jung Woon yang suka minum minuman keras serta merokok. Jung Woon juga menyatakan dirinya ingin memiliki kekasih yang bisa diajak bicara, bukan hanya sekedar menemani tanpa ada rasa keakraban diibaratkan dengan tarian Tango yang harus dipraktekkan secara berpasangan bukannya sendirian. Ilustrasi cantik yang menghiasi tiap bab adalah karya Goo Hye Sun. Kelemahan novel ini hanya terletak pada gaya bahasa yang terkadang cukup filosofis, sehingga mungkin pembaca remaja akan cukup kesulitan untuk mengerti.
Konflik yang cantik ditampilkan Goo Hye Sun dengan halus dan unik. Misalnya saja ketika Jung Woon menyebutkan bahwa rokok dan minuman alkohol yang tak disukai Yun adalah hal yang sudah menjadi rutinitas bagi Jung Woon, sama seperti Yun ketika mandi atau sarapan. Dalam hubungan yang harmonis diibaratkan seperti tarian tango yang memang membutuhkan pasangan. Jika tidak seirama maka salah satu akan menginjak kaki pasangan menarinya, sama seperti hubungan cinta.

Novel ini sangat layak dibaca bagi kaum wanita modern yang sering mengalami permasalahan dalam kehidupan cinta. Kesibukan dapat menjadi jarak dalam sebuah hubungan dan ketegaran Yun juga dapat diteladani walau pada akhir cerita dia harus kehilangan cinta sejatinya, Si Hoo yang meninggal karena kecelakaan. Perpisahan adalah sebuah kenyataan yang harus dihadapi oleh wanita atau manusia lainnya, entah perpisahan karena kebencian atau karena kematian. 

3 komentar:

Nur Aini NS on 3 August 2013 at 16:17 said...

Waah, menarik! Terima kasih udah posting ini :D
Aku jadi pingin beli, hehe

Dihas Enrico on 3 August 2013 at 21:51 said...

topik tentang cinta selalu menarik namun pembahasannya yang menarik membuat orang tertarik...
:)

Samuel Afro on 16 July 2016 at 05:33 said...

dimana ada novel tango ini aku jadi mau beli

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge