.comment-content a {display: none;}

Monday, 14 September 2015

Atas Panggung

Diposkan oleh Reffi Seftianti di 08:39
Response 

Diikutkan Dalam Lomba Cerpen “The Dead Returns”

Laki-laki di cermin itu sedang mengerjap-ngerjapkan matanya yang tajam. Sebentar, sejak kapan ia mempunyai mata sebagus itu? Apalagi cambang tipis-tipis yang menghiasi dagu kukuhnya, membuat laki-laki itu semakin heran.

“Am I dreaming?” pikirnya lalu mencubit tangannya sendiri dengan jari-jari yang masih asing di kulitnya.

Seorang pria yang tertidur di sofa, napasnya turun naik karena terlampau lelah. Masalahnya laki-laki yang secara kasat mata, sangat menawan itu, sama sekali tak mengenali tubuhnya sendiri. Yang tertidur itu adalah dirinya, seakan yang sedang membuka mata ini bukan tubuh miliknya.

“Jadi aku sekarang menjadi Adam Levine?” Jack, yang raga aslinya sedang tertidur namun kini malah bisa menyusup ke tubuh Adam Levine, merasa kegirangan karena ia menjadi sosok pujaan wanita sejagat.

Singkat saja kejadian aneh itu terjadi. Jack Lee, anak magang yang tergila-gila dengan Maroon 5, bercita-cita ingin menjadi Adam Levine. Adam punya kehidupan yang serba istimewa. Populer, bersuara unik, musiknya disukai banyak orang dan yang paling penting, ia punya Behati Prisloo. Perempuan yang dulu sempat diincar Jack tapi tidak pernah berhasil didapat. Jack bermain-main dengan jimat yang ia terima dari seorang cenayang tionghoa. Gelang warna merah yang ia kenakan, menjadi penghubung jiwa Jack dnegan Adam Lvine. Sebuah tabrakan yang disengaja, Adam jatuh pingsan dan inilah yang terjadi sekarang. Adam Levine terjebak di tubuh Jack, dan Jack bisa bebas menjadi Adam.

“Hei, Adam. Ayo segera naik ke panggung. Penonton sudah histeris ingin kamu muncul,”Bram, manajer konsernya hari ini, masuk ke dalam ruang rias,”siapa laki-laki yang tertidur itu? Bukan penysusup kan? Bram menunjuk tubuh Jack.

“Dia itu kawan dekatku. Jauh-jauh ia datang kemari untuk menonton konser. Biarkan saja dia tertidur,”

Konser dimulai. Suara teriakan penonton menggoyahkan sendi-sendi kaki Adam yang sesungguhnya bukan Adam.

“Adam, Adam, let’s sing!” semuanya berteriak meminta Adam gadungan bernyanyi.

Semua kebanggaan yang dipersiapkan, luruh di atas panggung. Jack selalu menyebutkan jika Adam Levine hanya menjual tampang. Suaranya tidaklah komersil, ia benci dengan seniman yang hanya bermodalkan tampan. Kasihan untuk seniman-seniman tak populer lainnya.

“Be, Behati..” ucap Jack gugup.
Behati Prisloo naik ke atas panggung dengan hanya mengenakan tank top merah dan rok tutu mini warna gading. Musik dimulai, lalu Animal sudah siap dinyanyikan.

“How to sing?” celoteh Jack alias Adam. Mulutnya kaku. Lututnya semakin gemetar. Teriakan penonton terdengar seperti dengungan.

Waktu berhenti. Teriakan berganti. Jack Lee memilih untuk memejamkan mata, lalu tidak sadarkan diri. Too nervous, die.

2 komentar:

Iman Santosa on 14 September 2015 at 23:18 said...

Fan fiction ya? Penasaran lanjutannya gimana, ngegantung endingnya...

Reffi Seftianti on 15 September 2015 at 02:28 said...

semacam itu hehe

Post a Comment

mohon memberi komentar dengan sopan dan tidak mengandung SARA .. terima kasih telah berkunjung ^_^


 

Kata Reffi Copyright © 2012 Design by Antonia Sundrani Vinte e poucos

badge