Tulisan ini saya buat pagi ini, menjelang solat subuh dan siap-siap untuk beraktivitas. Apa hubungannya perkara hilangnya ATM dengan kebesaran Tuhan? Saya merasakannya, bahwa Allah SWT, Tuhan yang saya imani, memang Maha Pemberi Rezeki melalui jalur tak terduga.

Saya memiliki dua jenis ATM.  Yang satu saya dapat dari kantor sebagai rekening penerima gaji, sedangkan satunya lagi yakni ATM Bank Permata, saya gunakan sebagai tabungan.

Sikap teledor dan pelupa membuat saya tak cermat menyimpan ATM. Kemarin pagi ketika membuka dompet, ATM Permata raib entah kemana. Padahal semua dana di rekening bank satunya sudah saya transfer ke ATM Permata. Panik? Jelas sangat panik. Saya segera memblokir ATM yang hilang lalu menghitung uang di dompet.

Ada pecahan uang ribuan dan puluhan ribu. Saya juga baru saja belanja makanan seperti roti, coklat dan biskuit. Sebagai anak kos, saya sempat berpikir,"Bisa nggak aku hidup sampai Sabtu ini dengan uang ngepas,  saldo ATM satunya nol sedangkan ATM satunya lagi hilang."

Lalu bangun dari tidur, saya terharu. Roti dan jajanan lain yang saya beli bisa menjadi sarapan pagi. Kebetulan dari hari Selasa dan Jumat mingggu ini, saya mendapat tugas dinas ke Gresik untuk menerjemahkan tamu dari Jepang. Untuk makan siang dan malam, saya tak perlu cemas. Bahkan saya diantar dengan kendaraan kantor.

Tiba- tiba saja saya malu kenapa sempat berpikir tak cukup? Allah sudah mengatur jalan agar saya tak sampai kelaparan. Uang saya yang tersisa, cukup untuk hidup sampai minggu ini. Kabar baiknya, sudah dekat tanggal gajian, hehehe. Saya juga harus belajar lebih teliti dan cermat dalam menyimpan barang.

Life is too short to be fulfilled by sadness. Kecemasan berlebihan akan menutupi kepekaan pada kebesaran Tuhan. Saya merasakannya berkali-kali, dan kini melalui ATM yang hilang.  :)