Di dunia korporasi, kata pajak memiliki pengaruh yang cukup menyeramkan. Bayangan jika ada kesalahan pembayaran pajak karena kurang paham dalam menghitung, membuat banyak pebisnis menggunakan jasa konsultan pajak. Rumitnya birokrasi perpajakan dan sulitnya menembus Dinas Perpajakan untuk mengetahui sistem yang berlaku di negara, membuat tarif konsultan pajak di masa lalu sangatlah tinggi. Karir sebagai konsultan pajak bahkan bisa melebihi gaji auditor.

Lalu bagaimanakah peluang karir konsultan pajak di masa kini? Apakah konsultan pajak masih mempunyai masa depan yang menjanjikan di masa kini? Zeti Arina, CEO Artha Raya Consultant adalah contoh wanita yang sukses menjadi konsultan pajak sekaligus pendiri perusahaan konsultan yang cukup terpandang.

Zeti Arina membuktikan jika profesi konsultan pajak memiliki masa depan yang bagus bahkan jika dilakukan dengan penuh ketekunan, seorang konsultan pajak bisa membuka lapangan pekerjaan sendiri. Dengan jam terbang tinggi dan pengalaman selama kurang lebih 17 tahun, mendorong Zeti Arina untuk mendirikan perusahaan konsultan Artha Raya Consultant.

Perusahan konsultan yang dikelola oleh wanita tangguh tersebut, telah membantu ratusan perusahaan multinasional dalam penghitungan pajaknya. Perkembangan pesat kondisi ekonomi makro dan mikro Indonesia, membuat kebutuhan untuk lebih memahami tentang seluk beluk pajak pun ikut meningkat. Zeti menangkap peluang tersebut dan mengembangkan sayap perusahaannya di Jakarta, Surabaya dan Banyuwangi.

Untuk berkarir sebagai konsultan pajak saat ini juga bisa dilakukan oleh lulusan S1 dari segala jurusan. Sesuai dengan keputusan Ditjen Pajak, bahwa Kementerian Keuangan membutuhan 5000 pegawai baru di tahun 2014. Hal ini menunjukkan jika memilih jalur profesi dalam bidang pajak masih memiliki prospek gemilang. Menjadi konsultan pajak atau menjadi pegawai dalam bidang pajak, tidak hanya khusus untuk lulusan sekolah perpajakan.