Pagi itu sekitar pukul 9.30 WIB pada  14 September 2014, adalah hari bersejarah bagi Forum Aktif menulis (FAM) Surabaya. Komunitas menulis yang menjadi salah satu dari bagian FAM Indonesia ini baru saja merayakan hari jadinya yang ke-2.  Dihadiri sekitar 25 pecinta literasi dan tokoh-tokoh yang cukup dikenal di dunia literasi Surabaya, membuat event tersebut sangat layak mendapat apresiasi positif.

FAM Surabaya yang bergerak dalam pengembangan kecintaan pada dunia tulis-menulis, terus maju untuk mewujudkan cita-cita besarnya. Salah satu di antaranya adalah menjadi wadah bagi calon penulis muda yang ingin belajar menulis sekaligus menerbitkan karyanya.

Ditambah lagi dengan kedatangan Ibu Sirikit Syah sebagai narasumber diskusi “Menjadi Keren Dengan Menulis”, membuat peserta memperoleh banyak kisah yang menakjubkan berdasarkan pengalaman beliau. Ibu Sirikit Syah adalah tokoh senior di bidang jurnalistik Jawa Timur dan namanya juga sudah dikenal secara publik. Beliau sudah menulis sejak masih duduk di bangku sekolah dasar. Kepiawaiannya mengolah kata telah diakui oleh para jurnalis internasional. Pendiri Sirikit School of Writing ini juga telah melancong ke berbagai negara untuk berdiskusi mengenai kepenulisan, jurnalisme dan mengisi workshop.

Salah satu point menarik dalam paparan Ibu Sirikit Syah adalah bagaimana cara lolos seleksi beasiswa ke luar negeri. Beberapa beasiswa internasional berhasil didapatkan oleh beliau berkat kemampuan menulis.  Jepang, Amerika dan London adalah tempat dimana wanita cerdas tersebut  pernah menimba ilmu. Sangatlah layak juga jika Ibu Sirikit Syah memperoleh penghargaan Writer Award dari FAM Surabaya.

Dari diskusi menulis yang berlangsung mengasyikkan itu, bisa ditarik banyak pelajaran berharga. Menulis pasti membuat diri kita menjadi keren. Salah satu bukti nyata bisa kita amati dari pengalaman hidup Ibu Sirikit Syah. Menulis melatih kepekaan indera kita. Menulis juga bisa dilakukan sebagai ladang pencarian rezeki sekaligus menyebarkan ilmu yang bermanfaat. Orang-orang dari berbagai latar belakang pendidikan, bisa membuat tulisan yang baik. Seorang bankir dapat membuat buku perencanaan keuangan yang sehat, seorang ibu rumah tangga bisa membuat buku resep masakan , dan masih banyak lagi. Nama kita pun akan abadi berkat sebuah tulisan atau buku. Keajaiban bisa tercipta dari sebuah tulisan, karena menulis adalah bekerja untuk keabadian.