Norman Kamaru yang melejit namanya saat masih berpangkat Briptu dengan video nyanyian Indianya, membawa kabar baru lagi. Ia tidak lagi fokus menjadi seorang entertainer tetapi kini fokus menjadi entrepeneur. Banyak yang mendukung keputusan Norman ini karena dunia keartisan tak selamanya berakibat baik untuk diri, tetapi banyak juga yang menganggap Norman hanya sekedar mencari sensasi.

Kenapa kita tidak menganalisis motif Norman untuk kembali menebarkan berita dirinya? Tentu saja itu untuk mengubah personal brandingnya sendiri, bukan untuk mencari sensasi. Selama yang dilakukan Norman tidaklah melanggar norma dan ia mencari rezeki di jalan halal, seharusnya kita tidak menggunjingkannya tanpa dasar yang benar. Norman adalah salah satu orang yang mengetahui bagaimana cara melambungkan brand imagenya. Dari seorang Briptu Norman, kini ia sudah dikenal sebagai Norman Si Tukang Bubur.

Efek bombastis itu diperoleh dari maraknya berita dirinya di media online dan jejaring sosial. Inilah yang mungkin diam-diam diinginkan Norman. Dengan dikenalnya identitas baru tersebut, maka orang-orang akan menjadi penasaran untuk mengetahui usaha terbaru Norman dan bisa jadi makan di tempat makan yang dikelola Norman dengan istrinya. That’s called hidden promotion.

Media online juga bisa dijadikan sebagai sarana edukasi. Contohnya saja Muri Handayani, entrepeneur sukses di bidang pakaian muslimah, Razha. Hani, panggilan akrab Muri Handayani, kini menjadi seorang business coach di Sekolah Bisnis Online (SBO) yang ia dirikan. Hani sangat memahami betapa pentingnya memahami dasar-dasar berbisnis, pemilihan strategi dan promosi yang tepat dari pengalamannya sendiri. Ia juga berkeinginan agar para perempuan yang kini sibuk menjadi ibu rumah tangga, bisa berbisnis online dengan baik dan menghasilkan tambahan uang tanpa perlu meninggalkan rumah.

Mimpi Hani untuk membentuk masyarakat mandiri tentu sangat patut kita apresiasi. Hani memaksimalkan media online untuk mengedukasi sekaligus berpromosi. Lihat, tak ada yang salah dengan menggunakan media online sebagai sarana pembangunan brand image kita. Strategi Norman Kamaru, pendidikan bisnis yang dilakukan Hani melalui SBO adalah contoh bentuk penggunaan positif dari online media. Ubah paradigma kita menjadi lebih positif.