4 Hal Penting yang Harus Ada di Karakter Fiksimu!

  

tips membuat karakter fiksi menarik


Karakter atau tokoh adalah bagian penting agar cerita fiksi kita lebih hidup. Pasti kamu juga sering menemukan artikel yang membahas cara membuat tokoh fiksi yang kuat dan jangan sampai keliru mengartikan makna kuat ya.

Ketika saya mengikuti workshop menulis Kak Dee Lestari sekitar tahun 2016 lalu, kalimatnya teringat di benak saya sampai sekarang, “Karakter adalah duta dalam cerita kita, karakter yang membuat cerita bergerak sesuai dengan plot.”

Nah agar karakter kita memikat serta meyakinkan, ada beberapa hal yang harus dimasukkan oleh penulisnya.

 

·         Tujuan dan motivasi

Karakter pastinya harus punya ciri fisik, watak, dan sifat yang menjadi ciri khasnya. Yang paling utama adalah dia harus punya tujuan atau goal serta motivasi. Tanpa tujuan dan motivasi yang kuat, pastinya konflik jadi mengambang, nggak seru.

Contohnya, karakter A ingin menjadi seorang superhero yang kuat. Tujuannya pengen jadi superhero, tapi apa alasan yang memotivasi si karakter ini ingin menjadi pahlawan? Kalau hanya sekadar gaya-gayaan tentu nggak sebanding dengan risiko kematian saat menghadapi musuh yang kuat dan kejam dong.

Sekarang coba lihat Peter Parker di Spiderman. Mulanya, ia hanya menikmati kemampuan barunya setelah gennya bersatu dengan gen laba-laba super. Peter merasa lebih pede di depan Mary Jane dan merasa nggak terlalu cupu lagi.

(Baca juga: Tips Membuat Bab Pertama Menarik)

Yang mengubah Peter Parker untuk menjadi pahlawan adalah saat mengetahui pamannya ditembak seorang penjahat, tapi tidak bisa ia selamatkan. Kata-kata pamannya,”Kekuatan besar juga membutuhkan tanggung jawab yang besar,” terngiang di telinga Peter hingga jadilah sosok Spiderman.

 

Unsplash (@artsyvibes)

·         Character development

Seorang karakter utama harus mengalami perkembangan dan pertumbuhan dari konflik yang dihadapi. Konflik muncul sebagai sebuah hambatan sehingga karakter mengalami kesulitan untuk mencapai tujuannya.

Mau itu konflik batin atau konflik eksternal, karakter utama harus mempelajari sesuatu. Ada pertumbuhan dari sikap dan cara berpikirnya setelah dihantam ujian dan kegagalan dalam proses mencapai tujuan.

Contohnya seorang Peter Parker yang sempat sangat sedih setelah kematian Iron Man. Ia akhirnya belajar banyak tentang tanggung jawab seorang pahlawan dari sosok Tony Stark. Dari rasa kehilangan sosok yang dianggap mentor itulah, Peter tahu pentingnya mengutamakan keselamatan orang lain daripada ego pribadi. 

Yang saya suka dari Spiderman adalah perubahan kedewasaannya sebagai anak remaja yang sibuk ingin diakui, hingga menjadi sosok yang lebih bertanggung jawab seiring berjalannya film.

Beritulah tokoh dalam cerita fiksi seharusnya terbentuk. Ada sesuatu yang dipelajari tokoh utama sehingga karakternya mengalami pendewasaan.

 

tips membuat karakter fiksi menarik
Unsplash (@roadtripwithraj)

·         Punya kelebihan dan kekurangan

Jangan membuat karakter yang terlalu sempurna hingga terkesan tidak realistis. Buatlah tokoh humanis layaknya manusia nyata. Riset profesi yang ingin dijadikan pekerjaan atau peran si karakter juga perlu sehingga kita tidak asal membuatnya.

Tokoh yang manusiawi, sangat mudah menarik atensi pembaca. Misalnya, seorang yang tangguh seperti Superman saja bisa menjadi lemah jika kehilangan Kryptonite sebagai sumber tenaga. 

Harry Potter yang punya kemampuan sihir mumpuni sejak masih anak-anak, harus menjalani beragam pendidikan sihir dan juga beberapa kali ketakutan sampai hampir menyerah ketika harus berhadapan dengan Voldemort dan para Pelahap Maut.

 

·         Punya backstory

Jika format cerita fiksimu adalah fiksimini dan cerpen, maka penjelasan backstory tidak perlu-perlu amat. Beda lagi kalau formatnya seperti novelet dan novel. Di sini kamu harus memberikan gambaran soal tokoh dengan cara yang tidak monoton.

Untuk menjelaskan ketakutan dan fobia tokoh pada hal tertentu misalnya, kamu bisa menyelipkan sebuah cerita masa lalu (backstory) yang menjelaskan awal mula tokohmu terkena fobia. 

Seseorang yang nakal dan menjadi tukang perisak di sekolah, bisa kamu gambarkan sebagai anak yang haus perhatian karena orang tuanya sibuk bertengkar hampir setiap hari. (Baca juga: Beda Mindset Penulis Fiksi dan Content Writer)

Perlu diingat, penyusunan backstory ini juga tidak perlu sampai menghabiskan lebih dari 1 bab. Fungsinya hanyalah sebagai komplementer atau pelengkap untuk menjembatani unsur yang bisa berpotensi menjadi gap dalam plot.

 

Itulah empat hal penting yang menurut saya harus dimiliki karakter utama dalam cerita fiksi. Jika ada peran antagonis pun, pastinya juga harus punya empat hal tersebut ya.

1 komentar

Tira Soekardi mengatakan...

makasih sharingnya