Berbisnis  adalah seni. Paling tidak itulah yang diterapkan oleh Wempy Dyocta Koto, CEO ISIC Indonesia yang juga membantu proses berkembangnya dua bisnis franchise besar di Indonesia dari belakang layar. Kalau kamu penggemar kebab, pasti sudah nggak asing lagi dengan Kebab Turki Baba Raffi yang bisnisnya sdah menggurita di kota-kota besar Indonesia, atau mungkin kamu termasuk penggemar Sour Sally? Ya, Wempy Dyocta Koto adalah sosok bertangan dingin yang sukses membina dua perusahaan tersebut semakin maju.

Dalam artikel sebelumnya yang bertajuk Jangan Hanya Bergaya, Jadilah Pebisnis Muda, Wempy telah berbagi tips bagaimana cara memulai bisnis. Nah, sekarang pria yang juga dikenal sebagai pimpinan perusahaan konsultan bisnis ini juga akan sharing bagaimana cara membesarkan bisnis yang sudah dibangun. Penasaran? Yuk cek satu per satu tipsnya.

1. Kamu harus menentukan jenis produk atau jasa yang ingin kamu jual secara jelas. Cari nilai lebih yang ingin kamu tonjolkan, akan lebih baik lagi jika kamu menonjokan kualitas isinya. Buatlah sebuah produk atau jasa yang memiliki sisi keunikan yang tidak dimiliki produk dan jasa sejenis. Kamu harus pandai mengorek kelebihan produk dan jasa yang kamu tawarkan.

2. Kemas produk dan jasa kamu dalam balutan packaging yang menarik. Siapa sih yang tidak suka dengan bungkus menarik? Tidak bisa dipungkiri, jika banyak calon pembeli yang melihat sisi luar sebuah produk sebelum meneliti lebih jauh. Pepatah don’t judge a book by it’s cover, agak tidak berlaku dalam bisnis. Selain mengutamakan kualitas, seorang pebisnis harus mengemas bisnisnya secara baik dan mampu menarik minat calon pembeli.

3. Langkah penting berikutnya adalah menyususn standar operasional perusahaan atau bahasa kerennya SOP (Standard Operating Procedures). Misalnya kalau kamu membuka bisnis kuliner, standar operasional mulai dari jam buka dan tutup restoranmu dan bagaimana cara melayani pembeli, sudah harus tercantum dalam SOP. SOP diperlukan agar pegawai memiliki attitude yang sama dan terstruktur dalam melayani konsumen.

4. Harus menjadi pebisnis aktif yang dekat dengan konsumennya. Menurut Wempy, entrepeneur yang ideal adalah orang yang bisa menginspirasi orang lain agar bisa sesukses dirinya. Bisa jadi kamu sesekali mengadakan seminar  bisnis di tempat usahamu atau tempat lain. Dalam acara seminar bisnis tersebut, mungkin kamu memiliki kesempatan memperluas networking yang akan semakin bermanfaat untuk membesarkan bisnismu.

Berbisnis dijalankan  tidak hanya melulu untuk mencari keuntungan tanpa peduli dengan kemajuan lingkungan sekitar. Kamu harus bisa menciptakan sinergi yang bagus, baik dari segi internal maupun eksternal. Jangan menjadi pebisnis yang egois. Attitude yang positif juga turut memegang kunci agar bisnis semakin menggurita dan terus eksis di tengah persaingan yang semakin ketat.